Minggu, 13 Juli 2025

Percobaan kedua

Hellow again..

Menemukan blog ini seperti menemukan mesin waktu. Membaca kembali tulisan-tulisan saya di masa lalu  yang begitu naif, rasanya saya terlempar kembali ke masa itu. Suasananya, wangi parfum favorit saya, suasana di rumah lama, raut wajah Atha kecil, dan hal-hal lain yang begitu menghangatkan hati saya. 

Ternyata menjadi manusia dewasa itu menarik. Kita terpapar dengan masalah yang lebih kompleks. Segalanya berjalan begitu cepat. Tau-tau sudah 2025. Pola pikir menjadi semakin makro, karena semakin banyak yang diurus. Yang sebelumnya beranggapan bahwa mengurus anak bayi sampai balita sungguh menguras energi, sekarang hanya bisa tersenyum sambil memandang Atha remaja yang tahun depan sudah punya KTP.  Sekarang Atha sudah jadi kakak dari gadis kecil berusia 10 Tahun, Aira. Ya, hidup saya Alhamdulillah semakin lengkap dengan kehadiran sepasang anak. 

Juni lalu, pernikahan saya genap 17 tahun. Suami menghadiahi saya laptop. Dia tau saya suka menulis, dan ingin saya mendalami ini secara profesional. Terharu sekali, meskipun ini bukan yang pertama kali hahaha. 16 tahun yang lalu, dia juga pernah menghadiahi saya laptop dengan tujuan yang sama. Memang mulia suami saya. Dan pantang menyerah. Setelah percobaan gagal, mari kita coba peruntungan di laptop yang kedua ini..

Niat saya membara kok, bener :) 



Senin, 10 Februari 2014

Rabu, 06 Februari 2013

Seriously?!

Sejak pindah tim, saya hanya punya sedikit waktu untuk cuap-cuap di socmed. Blog mati suri, twitter kadang-kadang (karena masih bisa disambil di stasiun atau kereta), sedangkan Fb tamat. Meski begitu, saya masih (dan selalu maksain untuk) update berita nasional, dari yang berat sampai yang ecek-ecek. Kesimpulan saya dari semua berita yang seliweran itu : Seriously???!!

Dari masalah narkoba Raffi ahmad yang akhirnya ikut-ikutan dibahas juga tentang hubungannya dengan tante Wanda..

Kisruh intenal Partai Nasdem..

Berita di Jakarta Post tentang kasus Pajak keluarga istana..

Penurunan popularitas Partai Demokrat..

dsb,dsb..

dan yang terbaru tentang kasus suap daging sapi yang menyeret presiden PKS.

Sungguh semuanya drama. Seriously??!!

Sebagai pembaca/pemirsa dari media, saya ga tau mana yang benar, wong carut marut kek kaya sinetron gini. Apalagi drama yang terakhir disebut, wah ratingnya paling tinggi deh kayanya. Saya sendiri dari dulu ga pernah percaya parpol yang sukanya bawa-bawa agama, entah ngaku sebagai afiliasi dari ormas islam atau terang-terangan mengklaim sebagai partai dakwah. Hehe, engga deh. Makasih.

Bukan apatis apalagi liberal, saya muslim juga kok. Tapi kalo agama dipolitisasi, ya males juga. Dan, ketika beneran kejadian juga seperti kasus suap daging sapi, aduh sebagai seorang muslim jadi malu banget. Tuh kaan. Emang sih ga ada yang suci, namanya juga manusia ya, tapi tetap aja..

Ah kenapa jadi berat banget nih tulisan sore-sore. Tumben. Tumben juga bisa nulis. Hehe. 


Jumat, 01 Februari 2013

Wuzz..

Busy..busy..

Aaak..

Eh ga boleh gitu yah. Semangat! Semangat!

Rabu, 09 Januari 2013

Welcoming 2013

2013 berarti mulai mengemban amanah di jabatan yang baru, divisi yang baru, kerjaan yang baru, atasan dan peer yang baru..

Let's just jump into it!

Bismillahirrohmanirrohiim..

NB : Mudah-mudahan program anak kedua bisa terealisasi ya!

Jumat, 28 Desember 2012

2012 : Growing

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2013. Time really flies ya. Well, at least for me. Rasanya baru kemarin menapaki tahun -yang kata orang-keramat, 2012, tahu-tahu sudah sampai pada hari kerja terakhir di bulan Desember.

Saya pernah mengatakan bahwa tahun 2011 is a surprising year. So many good things happen unexpectedly. Nah, untuk tahun 2012 ini tema saya adalah grow. Kenapa grow? karena di tahun 2012 ini banyak peristiwa yang pada akhirnya membuat saya tumbuh, tentunya tumbuh ke arah yang lebih positif.

Resolusi saya sendiri di tahun 2012 cukup sederhana tapi dalam maknaya, yaitu menjadi manusia yang lebih bersyukur dan bersabar. Dan rupanya, 2012 benar-benar menjadi ujian terjal resolusi saya tersebut.

Nanny oh nanny

Ujian terberat tahun ini yaitu seputar pengasuh anak. Up and down dari bulan Januari hingga puncaknya, zero level, di bulan September : nannyless dan maidless. At that time saya betul-betul down, tapi hati saya masih meyakini bahwa semua permasalahan telah disiapkan Alloh beserta jalan keluarnya. Saya "hanya" perlu membersihkan hati saya supaya jalan keluar tersebut bisa saya lihat/baca. Pada situasi zero level, saya dan suami sama-sama memberikan kemampuan terbaik kami untuk membuat keluarga ini survive tanpa perlu ada pihak yang dikorbankan. Tidak usah dibayangkan betapa lelahnya pada waktu itu. Tema kami betul-betul  run and catch. Tapi di sisi lain, zero level ini membuka mata saya dan suami bahwa kami bisa saling mengandalkan. Hubungan antara saya dan suami menjadi semakin positif dan kompak.

Noori Learning Centre

Untuk pertama kalinya dalam sejarah rumahtangga, kami mulai mempertimbangkan daycare. zero level membuat kami mau tidak mau berpikir out of the box. Saya sudah lelah dengan drama-drama nanny dan ART. Saya juga tidak mau bergantung pada orang lain. Pada waktu itu usia Athazka juga sudah cukup besar untuk mengikuti daycare. Selain itu, menurut kami, anak seusia Atha perlu ditempatkan di lingkungan yang positif karena daya serap dan ingatannya sudah mulai terasah. Salah asuh sedikit saja akan berpengaruh besar. Beruntungnya kami menemukan Noori Learning Centre atas rekomendasi tetangga dan juga teman satu kantor saya. Di Noori ini, daycare terintegrasi dengan playgroup, jadi Athazka tidak akan tertinggal. Ditambah bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dan ada sesi belajar sholat/mengaji, rasanya hati saya betul-betul tenang. Dan yang terpenting dari semua adalah Athazka senang di Noori. He is very excited, you can see from his face everytime he tells about Noori.

Athazka bergabung di Noori sejak pertengahan September dan hingga saat ini perkembangannya baik sekali. Alhamdulillah. He is growing, and his parents too. We learn to trust him and people (to taking care of him), as we have to do so to make him an independent boy.

Untuk seorang ibu yang penuh kekhawatiran seperti saya, this growing process is a huge milestone. Iya dong :)

Our first family vacation abroad

Bulan Juni 2012, kami bertiga untuk pertama kalinya jalan-jalan keluar negeri. Tujuannya dekat saja, singapura. Meski dekat dan sebentar, tapi sangat berkesan bagi saya, bahkan dari sejak proses pengurusan paspor si kasep. Begitu banyak kemudahan, kemewahan, kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Alhamdulillah..
Selengkapnya mengenai cerita liburan kami bisa dibaca di sini.

Personal life and conflict

Secara keseluruhan, kehidupan pribadi saya selama tahun 2012 cukup naik turun seiring munculnya beberapa konflik keluarga yang mau tidak mau harus kami hadapi, sebagai kakak maupun sebagai anak dan bagian dari keluarga besar. Pertarungan ego tentu terjadi, tapi jika sudah dibenturkan kepada rasa sayang dan hormat kepada orangtua, semua jadi tidak ada apa-apanya. Saya secara pribadi (dan suami saya juga tentunya) merasa bahwa kami sudah melakukan apa yang kami bisa, all out, untuk melepaskan semua gengsi dan ego atau apalah namanya demi tujuan yang lebih besar, yaitu keutuhan keluarga besar. Itu semua bukan proses yang datang tiba-tiba dari langit, we did try so hard to make it out. Kalaupun hasilnya tidak sesuai dengan harapan, bola sudah bukan di kami. It takes two to tango kan? Now it's time to let it go and to step back. Lie is lie and we can't go any further than this.

I feel so much relieve to let it go, because I know, I've done everything :)

Health

Kondisi kesehatan saya dan keluarga secara umum selama tahun 2012 tidak terlalu baik, tetapi jauh lebih baik dari tahun 2011. Bulan Juni 2012, Athazka diopname karena dehidrasi, Bulan September 2012 giliran saya yang check-in di Hermina karena HFMD. Sisanya, insya alloh hanya sakit ringan seputar flu. batuk dan radang tenggorokan. Yang paling Juara tentunya husband, selama setahun ini yang paling jarang sakit. Alhamdulillah.

Career : Promoting to Manager

Saya mengawali tahun 2012 dengan predikat nilai kinerja tertinggi. Itu saja sudah cukup mengejutkan mengingat saya bekerja dengan "separuh baterai" (separuhnya lagi terpakai untuk mengurus keluarga). Selama 11 bulan saya berusaha untuk bekerja dengan optimal disela-sela drama nanny dan konflik keluarga. Tidak pernah sedikit pun terbesit dalam benak saya untuk meraih ini itu. Boro-boro. Bisa survive saja rasanya seperti keajaiban. Tapi jika Alloh sudah berkehendak, apapun bisa terjadi. Bulan Desember 2012 lowongan untuk jabatan manajer dibuka dan saya eligible untuk melamar. In short, saya ikut seleksi untuk promosi. Metode seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu tanpa test, tanpa wawancara, atau makalah. Bila forum pimpinan  menganggap sudah layak, maka promosi sudah ditangan. Saingannya 1:3. Tanggal 14 Desember pengumuman keluar dan Alhamdulillah, saya termasuk yang terpilih untuk promosi. Per 1 Januari nanti, pangkat saya menjadi manajer. Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata rasa syukur dan bahagia saya. Ucapan terima kasih terutama kepada kedua orangtua saya yang tidak henti mendo'akan saya, suami untuk supportnya yang luar biasa, Athazka untuk pengorbanannya (ikhlas ya nak mama kerja), kakak dan adik-adik yang selalu menjadi tumpuan saya, dan teman-teman yang menghibur.

It's really time to grow. Semoga bisa amanah..

His Career : Becoming a Project leader

Husband tahun ini kembali memperoleh penilaian kinerja "excellent" yang berarti highest point on performance appraisal. Selain itu, mulai 1 Januari 2013, husband akan menjadi salah satu project leader di Asean. I'm just so proud of him.

We are growing together : me, him, and Athazka.

Tahun 2013 sudah di depan mata. Resolusi masih sama, ingin menjadi orang yang bersyukur dan bersabar. Ingin menjadi istri dan ibu yang lebih baik, anak yang berbakti kepada kedua orangtua, serta pegawai yang amanah. Karena saya baru promosi, maka saya harus menunda rencana sekolah saya selama 1 tahun mendatang. Untuk itu, jika Alloh berkenan, saya ingin memulai program anak kedua sambil membenahi semua persiapan kuliah (toefl/ielts dll). Iya cita-cita kuliah itu belum luntur. Sebagaimana support pimpinan saya : jika tidak memungkinkan kuliah di luar negeri (karena pertimbangan keluarga), ambil di dalam negeri, jika tidak bisa, ambil di dalam kota. Pokoknya harus kuliah :)

Ya Alloh, terima kasih untuk tahun yang luar biasa ini. Alhamdulillah..
Mohon bimbingan-Mu untuk melangkah di tahun depan. Bismillairrohmanirrohiim..

Selasa, 13 November 2012

Vocal Group

Berikut "barang bukti" keikutsertaan saya di Porsebi tahun ini. Katanya if there's no picture, berarti hoax. Hehe.

Oya, tahun ini kami Juara 2 loh! lumayan lah untuk debut pertama saya. Tapi yang paling berkesan bagi saya justru bukan juaranya, tapi persahabatannya. Sampai sekarang masih suka senyum-senyum sendiri kalau ingat masa-masa "karantina" dengan not balok yang saya bahkan ga tau gimana cara bacanya :p. 


Pose serius ceritanya


Gaya bebas ceria


Latihan sebelum manggung


Menjelang naik panggung. Dapet nomor urutan pertama!


Rockin' the stage


Feels like family picture :)

Rabu, 24 Oktober 2012

Hela Nafas

Sore ini saya menghela nafas panjang. Dalam sekali. Seolah ada beban emosi yang ingin saya lepaskan. Iya, tentu saja ada. Sejak kapan manusia hidup tanpa masalah? Saya rasa, mereka yang kelihatan tidak bermasalah itu dua kemungkinannya. Satu, dia pandai menyembunyikan masalah. Dua, dia pandai lari dari masalah. Saya ada dimana? Bukan dua-duanya. Saya tidak suka dramatisasi. Saya juga tidak pandai bersembunyi. Masalah bagi saya adalah sesuatu yang harus dihadapi sewajarnya.

One day, somebody told me that my life is too good to be true? Oh kidding. But thank you for seeing me that way. It means I'm good in hiding my flaws. Just like others, I do have flaws. Tapi apakah harus dibicarakan dan diumbar di social media? Tentu tidak. Menurut saya, kita tidak perlu bertelanjang di dunia maya. Apa urusan orang lain untuk tahu luar dalam diri kita.

Ketika suatu masalah terblow-up di social media, dalam penalaran saya, orang-orang yang tidak mengenal kita hanya akan menghakimi, mem-bully, atau menyudutkan kita di posisi yang tidak kita inginkan. Salah? Belum tentu. Menurut saya itu sah-sah saja. Toh setiap orang bebas berpendapat dan memproses informasi sebatas input yang mereka terima. Apalagi di Indonesia ini variabel tambahannya banyak : perbedaan value, pandangan agama, pandangan politik, de-es-be. Lalu kita harus marah kan menyikapinya? Tergantung, sejauh mana penyimpangan informasi yang salah proses tadi beredar. Kalau kelewatan sih, itu bukan salah proses lagi, tapi fitnah. Misalnya yang dilihat A, yang disimpulkan bukan A++, tapi malah jadi B, C. Bahkan F. Kalau sudah begitu, ya wajar lah marah. Kita juga manusia kan. Tapi kalau orang lain sekedar mengartikan informasi berdasarkan apa yang dilihat dan didengar langsung, ya jangan langsung marah. Manusia kan bukan Tuhan yang Maha Tau segalanya. Maklumin ajalah kalau kejadiannya A, diartiinnya A++. si ++ itu anggap aja variabel tambahan yang bikin versinya aslinya jadi beda. Bisa lebih drama, bisa juga sebaliknya. 

Misalnya gini, ada orang pakai baju seksi banget. Nah, persepsi orang yang melihat kan lain-lain. Ada yang biasa aja, ada yang malu melihat aurat diumbar, ada yang menganggap keren dan sebagainya. Si mbak yang pakai baju seksi tadi ga berhak membatasi pikiran orang lain saat mereka melihat dia. Ya memang sih pakai baju seksi kek, pakai gamis kek, itu urusan yang memakai. Tapi urusan orang yang melihat juga dong punya pendapat tentang apa yang dilihatnya. Dalam benak si Mbak, mungkin kejadiannya A. Tapi untuk orang bisa jadi A++, atau A--. Ya biarin ajalah. Konsekuensi adanya perbedaan.

Jadi, jangan gampang marah atau gampang merasa dihakimi. Ga usah juga sedikit-sedikit defense dengan  kalimat, "itu urusan saya", atau " itu urusan saya, pacar saya, dan Tuhan". Oh right, jadi urusan kita yang melihat bagaimana? Harus seiya sekata meskipun ga sesuai nurani, gitu? Bukankah kita punya hak yang sama dalam berpendapat. Dan bukankah kita punya hak yang sama untuk berbeda? Jalan tengahnya, tau sama tau ajalah.

Saya tidak menghakimi anda, saya hanya berpendapat. Maaf jika saya tahu rahasia terdalam hidup anda. Jika anda bertanya, bagaimana bisa? tanyalah pada Tuhan. Sayapun tidak tau jawabannya karena saya tidak pernah merencanakannya. Hidup saya cukup damai, dan jika bisa memilih, tentu lebih baik saya tidak tau. Jika anda merasa dihakimi, berarti suara nurani andalah yang sedang menyapa :)

Jumat, 19 Oktober 2012

Bala Bantuan Datang

Hari ini saya bisa absen lebih pagi dari biasanya. Kenapa? Karena bala bantuan telah datang. Mamah tersayang, disela-sela kegiatan mengurus persiapan pernikahan adik saya 2 minggu lagi, masih bisa menyempatkan diri untuk mencarikan asisten rumah tangga untuk saya dan kakak saya. Benar ya, kasih ibu sepanjang masa :)

Makasih ya mah, makasih juga @putriangrela, adik saya yang paling cantik, yang sudah mau repot-repot mengantar art ke Depok. Kiss hug dua-duanya :*

Semoga drama-drama art ini segera berakhir yah. Amin.

Kamis, 11 Oktober 2012

Reuni B5

Minggu kemarin saya reunian sama temen-temen B5. Seru karena pada bawa suami dan anak. Time flies, perasaan baru kemarin seseruan ngobrol ngalor ngidul di kosan, tau-tau udah ada buntutnya sekarang. Yang jelas spending time sama mereka tuh selalu menyenangkan, dari dulu sampe sekarang. Even anak-anak kita pun bisa langsung akrab, padahal baru ketemu. Chemistry-nya langsung nyampe ke anak ya. Really happy! Kapan-kapan lagi yaaaa...

Gathering, minus ela and yasmin


Atha and Raka

Senin, 08 Oktober 2012

Atha Belanja

Ini gaya Atha kalau lagi nemenin saya belanja mingguan di daily foodhall Depok..



Adorable ya?

(the picture was taken around six month ago, but he still act like this everytime I take him to the foodhall).




Jumat, 05 Oktober 2012

Cooking award

Engga, saya ga menang Masterchef. Boro-boro, daftar aja engga. Saya lebih suka nonton atau ngomentarin Masterchef, hehe..

Cooking award buat saya simple aja. It is when my husband and especially my son love my cook. Taunya darimana? Saya juga ga tau, karena so far masakan sold out selalu. Entah karena cocok di lidah atau karena ga ada pilihan lain.  Hehe. Saya juga ga berusaha cari tau sih, takut kecewa ah, sampai suatu hari Atha's teacher told me that he is refusing food that is served by the school. Atha always said like this in the school:

"Atha mau sayur mama", or

"Atha mau tahu bikinan mama", or

" Atha mau makanan mama", or

"Atha mau makan di rumah aja", or

"Mama cepet sembuh ya, kalau mama sembuh nanti mama masakin Atha ya", or yang paling hits adalah..

"Mama Atha hebat, masakan mama Atha enak"

Itu yah hati saya seneng banget diceritain begitu. GR berat nih. Tolong bantu tangkepin hidung saya dong..

Rasaya terbayar deh capeknya masak. Ga usah menang masterchef deh, asalkan Atha habiskan makanannya, buat saya itu udah cukup banget.

Pasca tumbang kemarin husband minta saya untuk menurunkan standar saya. Ga usah ideal-ideal amat lah. Oke, saya setuju, but not in cooking. Saya mau memastikan asupan gizi anak saya terpenuhi dengan baik, meskipun itu berarti lebih melelahkan. But I tell you, when Atha said so, I feel like.. "hey, I made it!".

-sorry narsis-

Selasa, 02 Oktober 2012

Harga rumah naik, so....??

Mulai bulan Oktober ini, Jalan Raya Kartini di Pancoran Mas-Depok, which is jalan raya di depan rumah saya mengalami pelebaran. They said waktu pengerjaannya sampai akhir Desember nanti. Bisa kebayang beberapa bulan ini bakal painful macetnya. Untungnya, jalan raya bukan satu-satunya alternatif. Jarak rumah saya ke stasiun kereta hanya 100m. Sangat possible untuk jalan kaki. Don't worry be happy sih. Tapi tetap saja, proses pelebaran jalan itu akan jadi sesuatu..

Infrastruktur yang lebih baik, apalagi jalan raya, akan mendorong peningkatan pembangunan (entah itu pemukiman atau public place) di daerah sekitarnya. Efeknya, harga tanah/rumah melesat naik. People said that I supposed to be happy.

I do happy...

Tapi.. ini kan rumah untuk saya tinggali. Bukan rumah untuk investasi. Sejak saya beli tahun 2010 lalu, sekarang harganya sudah hampir dua kali lipatnya. Dengan pelebaran jalan raya ini, mungkin harganya naik lagi. Tapi, once again, ini kan rumah untuk saya tinggali. Kenaikan tadi ga pengaruh juga, selain.. rasa prestige tinggal di rumah mahal. Kata orang itu juga. Bukan saya banget lah merasa naik derajat karena tinggal di rumah mahal. Saya ya saya. Dari dulu sampai sekarang ya begini aja. Apalagi ini rumah baru satu, ditinggali pula, mau naik gila-gilaan bagi saya ga ada pengaruhnya. Luasnya tetap segitu-gitu juga. Kecuali, kalau sertifikatnya mau digadai. Kenaikan harga pasti menguntungkan. Saya sendiri belum kepikiran sih untuk top-up plafon KPR.

Mungkin ceritanya bakal beda kalo saya punya rumah investasi. Kalau ada kenaikan harga gila-gilaan, saya pasti jingkrak-jingkrak. Koar-koar. Abis itu jual rumahnya, beli lagi rumah yang lain, lalu mulai beternak rumah. Ya kan namanya juga investasi ya, pas kebagian untung, efeknya bukan cuma di mulut, tapi ada wujud nyatanya. Kucuran dana segar bisa langsung ke mengalir ke cashflow. Yihaa..

Sementara ini sih saya bersyukur banget infrastruktrur di sekitar rumah ditingkatkan. Alhamdulillah. Akses kemana-mana yang sebelumnya terhitung mudah, sekarang jadi tambah mudah. Kalau masalah kenaikan harga sih, biasa-biasa aja. Beda kriteria lah rumah tinggal sama rumah investasi :)


Kamis, 27 September 2012

Tumbang juga

Di postingan saya sebelumnya saya pernah cerita kan kalau sekarang saya sibuk, tapi bahagia. It's true, tapi ada yang perlu dikoreksi juga ternyata. Bagaimanapun saya bukan superhero. At some point akhirnya tumbang juga.

Jadi, minggu lalu Atha terkena Hand Foot and Mouth Desease (HFMD). Istilah kitanya, flu singapura. Saya ga terlalu khawatir mulanya, dulu soalnya pernah kena juga dan Alhamdulillah bisa sembuh tanpa perlu minum obat yang aneh-aneh. Cuti lah saya hanya demi bisa ful mengurus Atha. Saya cukup percaya diri karena setahu saya HFMD itu jarang sekali menular pada orang dewasa. At that time saya lupa, bahwa i was not in a good condition. Saya malahan baru pulang dari peninjauan lokasi yang jalanannya off road.

Tiga hari kemudian, Atha sembuh. Tapi ditangan saya mulai timbul titik-titik merah. Awalnya saya pikir digigit nyamuk. Tapi kok perih. Akhirnya ke dokter dan, ya, saya positif tertular HFMD. Kondisi saya betul-betul drop hingga bisa tertular. Day by day semakin parah dan puncaknya opname dua hari.

Jadi, confirm ya saya bukan wonderwoman. Tipe saya memang tipe 'ngotot', kalau belum tumbang ga pernah merasa ga fit. Saya cuma pura-pura jadi wonderwoman :)

Sekarang saya sudah masuk kantor lagi. Alhamdulillah sudah jauh lebih fit dibandingkan kemarin. Pelajaran yang bisa saya petik dari kejadian kemarin adalah jangan memaksakan diri. Saya akui, betul saya bahagia dengan kehangatan keluarga saya sekarang, tanpa pembantu mendekatkan kami semua. Tapi ya itu, saya juga harus memperhitungkan bahwa saya ini manusia biasa yang punya batas.

Akhirnya saya mulai mempertimbangkan untuk mencari art lagi. Hanya untuk mengurus rumah. Athazka sendiri akan tetap di daycare. Sejauh ini saya puas dengan perkembangan Atha di Noori. Sementara keluarga saya mencarikan art, saya harus bisa menurunkan standar kebersihan rumah saya.

Namapun hidup ya, selalu ada pembelajaran dari setiap kejadian :)


Senin, 17 September 2012

Sibuk tapi bahagia

Ramadhan lalu saya pernah bercerita bahwa hidup tanpa asisten rumah tangga itu sesuatu banget. Ternyata, it's just the beggining. Selepas mudik kemarin, pengasuh anak saya ga balik lagi. Sip deh. Bisa dibilang zero level for a working mom. Twitter saya pun akhirnya berisi keluh kesah kegalauan saya. At that time i feel really clueless. Gimana dong..

Tadinya saya sempat berpikir untuk menitipkan pada keluarga, tapi kalau dipikir-pikir lagi, itu solusi yang sifatnya temporer. Iya ga sih? sampai kapan coba mau bergantung sama orang lain?

Semenjak menikah saya usahakan untuk sebisa mungkin mandiri. Jatuh bangun ya dipikirin sendiri.  Ini didukung kondisi juga sih. Orangtua saya kan sudah pindah ke Garut sejak 2010, sedangkan kakak saya, baru saja melahirkan anak kedua Agustus lalu. Mertua? Hm, never be an option (kecuali kl udah mentok banget.*grin*). Kalau sudah begitu, pada siapa lagi dong daku mengadu? hehehe

Yah, akhirnya mulai survey daycare. Alhamdulillah ketemu daycare yang sreg di hati. Namanya Noori daycare. Tetangga saya yang rekomendasiin. Sebelum dia berangkat ke Glasgow UK, anaknya ikut daycare Noori ini dan perkembangannya bagus. Trial seminggu, eh Atha betah. Ya sudah, lanjut deh..

Sejauh ini sih, Alhamdulillah perkembangannya bagus ya. Dipikir-pikir, daripada ditinggal di rumah sama orang yang kita ga kenal ya mending di daycare. Apalagi Atha ini masuk ke usia golden age, pas bagian nyerep-nyerepnya lagi: 3,5 tahun. Di daycare ini Insya Alloh kegiatannya, tontonannya, percakapannya, dsb itu dibawah bimbingan teacher yang berpengalaman. Selain itu, anak juga diajarin sosialisasi serta sopan santun dengan benar.

Tapi ya teacher kan bukan orangtua sendiri, tetap aja sih yang namanya value itu dimulainya dari orangtua. Role model terbaik ya tetap parents. Nah masalahnya, yang jadi parents yakin ga untuk bisa jadi role model yang baik. Kadang-kadang kan kita suka kelupaan, keasyikan sama urusan sendiri, misalnya nonton TV eh lupa bahwa acaranya itu ga cocok untuk batita. Itu parents loh, kalo nanny lain lagi kan tontonannya. Nah, untuk menghindari masuknya hal-hal yang ga perlu, daycare jadi pilihan terbaik saya saat ini.

Minusnya di daycare, ada sih. Tapi yang paling bikin senewen itu pas kalo ada anak lain yang sakit. Ihiks. Ketularan deh. Biasanya sih batuk pilek. Tapi Alhamdulillahnya daya tahan tubuh atha sekarang udah jauh lebih baik. Mudah-mudahan sih sehat selalu. Amin.

Di Noori ini bahasa pengantarnya inggris dan arab. Inggris untuk sehari-hari, arab untuk lesson do'a, sholat, dan qur'an (kalau sudah kindergarten). Pengajarnya semua sarjana. Khusus qur'an yang ngajar Hafiz. Jadi sejak dini diajarin arabic pronounciation dengan benar. Mudah-mudahan nanti pas saatnya belajar benar-benar sudah terbiasa.

Kasian ga sih anak di daycare? Jujur, awalnya iya. Rasanya bersalah banget. Tapi setelah melihat perkembangan Atha, saya harus akui bahwa sekarang Atha lebih positif. Speakingnya, mannernya, dan terutama, energi positifnya. He feels and seems happy. Tau darimana? ya tau lah, liat wajah dan ekspersinya anak saya setiap dijemput itu sudah memberikan saya.. apa ya.. rasa lega, bahagia, dan terharu sekaligus.

We made it.

I thought it was a zero level, tapi ternyata ada harta karun yang ingin Alloh tunjukkan kepada saya. Harta karunnya apa? Apalagi kalo bukan rasa hangat dan bahagia yang tumpah ruah di keluarga saya sekarang. Kami bertiga, mama-papa-atha bersinergi dengan positif. Betul-betul teamwork.

Melelahkan memang, karena otomatis semua pekerjaan domestik (kecuali setrika) itu dipegang oleh saya dan husband.  tapi ternyata kalau dikondisikan seperti itu, bisa juga dilakukan. Setiap pagi saya bangun lebih awal untuk memasak sarapan/bekal Atha dan perlengkapan daycare (baju, handuk, sprei, dll), husband menyapu, terkadang mengepel. Husband memandikan Atha, saya yang memakaikan baju. Husband mengantar ke daycare pagi, saya yang menjemput sore harinya. Husband bermain bersama Atha, saya memasak makan malam+cuci piring.

It's really run and catch life, i tell you. But we're happy :)

S.i.b.u.k. t.a.p.i  B.a.h.a.g.i.a

Thanks Alloh. It's true, when you feel overwhelmed by life, all you have to do is belive in Alloh. It's never fail.

To others working mom, selamat berjuang dengan tantangan masing-masing ya. Saling mendo'akan dan menyemangati. Just try to always look on the bright side..



Rabu, 12 September 2012

Thirty, Officially!

Today, I'm officially being thirty. 30 tahun bok! Alhamdulillah. Bukan ABG lagi nih, dan harapan untuk dipanggil "mbak" atau "kak" atau "Teh" di public place sepertinya semakin menipis.But that's okay. Thirty is just numbers, but indeed I feel forever twenty with a better control of emotion. #okesip

Jadi, how it feels of being thirty?

Satu, bersyukur teramat sangat. Alloh telah memberikan 30 tahun kehidupan yang luar biasa kepada saya. Jika saya hitung nikmatNya, maka tidak akan ada kertas dan tinta yang cukup untuk menuliskannya. Hidup saya tidak sempurna, tetapi itulah yang memberikan warna. Alhamdulillah, sujudku kepadaMu ya Alloh..

Dua, refleksi diri. Selama 30 tahun, apa saja yang sudah saya lakukan, sudah sampai dimana perjalanan menuju mimpi saya? Untuk hal ini, sungguh saya malu. Pencapaian tentu ada, tapi masih jauh menuju cita-cita. Saya masih terlena untuk menikmati hidup dengan berlindung dibalik semboyan kan masih muda. Saya mudah puas, itu kesalahan terbesar saya. Ke depan, saya berharap bisa membenahi ini, lebih fokus dan lebih kerja keras lagi.

Semoga Alloh meridhoi langkah saya dan memberikan keberkahan dalam hidup saya..

Lets step and hits the world! Bismillahirrohmanirrohiim.

Note : Thanks to family and friends for the greetings. You all are my precious!

Kamis, 06 September 2012

I love my life

Lagi seneng banget sama lagu ini..

LISTEN

Listen to the song here in my heart
A melody I start but can't complete
Listen to the sound from deep within
It's only beginning to find release

Oh, the time has come for my dreams to be heard
They will not be pushed aside and turned
Into your own all 'cause you won't
Listen


Listen, I am alone at a crossroads
I'm not at home in my own home
And I've tried and tried to say what's on mind
You should have known


Oh, now I'm done believing you
You don't know what I'm feeling
I'm more than what you made of me
I followed the voice you gave to me
But now I've gotta find my own

You should have listened, there is someone here inside
Someone I thought had died so long ago
Oh, I'm screaming out and my dreams'll be heard
They will not be pushed aside on words

Listen, I am alone at a crossroads
I'm not at home in my own home
And I've tried and tried to say what's on mind
You should have known

Oh, now I'm done believing you
You don't know what I'm feeling
I'm more than what you made of me
I followed the voice you gave to me
But now I've gotta find my own


I don't know where I belong
But I'll be moving on
If you don't, if you won't

Listen to the song here in my heart
A melody I start but I will complete

Oh, now I'm done believing you
You don't know what I'm feeling
I'm more than what you made of me
I followed the voice you think you gave to me

But now I've gotta find my own, my own

Kalau lagi down, denger lagu ini jadi semangat. Susah payah usaha yang saya lakukan sekarang adalah konsekuensi dari pilihan saya, cita-cita saya, mimpi saya dan kami bertiga. Jadi i won't shed a tear. I won't complain. I'll through it..

Alloh tidak akan memberi cobaan melainkan sesuai dengan kemampuan umatNya.

I'm happy being me and don't wanna be anybody else :)

Welcome my 'run and catch' life!

Jumat, 31 Agustus 2012

Dream Experience

Tergelitik untuk sharing tentang dream experience setelah baca twit-nya pak Jamil. Kalau ditanya mimpi apa saja yang saat ini sudah terwujud, jawaban saya banyak. Ya, saya memang wanita pemimpi..

Andrea Hirata di buku trilogi Laskar Pelangi pernah menulis "bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu'.

Kalau saya ga mengalami sendiri, mungkin saya ga akan terlalu mendalami kata-kata tadi. Tapi setelah saya mereflek dengan apa yang saya alami dalam hidup saya, sungguh, rasanya diri ini langsung merasa kecil di hadapan Alloh. Mimpi yang awalnya tampak mustahil, sedikit demi sedikit menjadi kenyataan..

Sekarang, bisa dibilang saya sudah berada dalam comfort zone. Kehidupan yang waktu saya kecil tidak pernah saya bayangkan, sedikit demi sedikit sudah mulai saya jalani. Berkarir di institusi yang mapan, berkeluarga dengan suami dan anak yang sholeh dan ganteng, keluarga yang hangat dan supportif, apa yang kurang?

Tapi, saya lantas tersadar bahwa mapan untuk diri sendiri saja bukanlah kehidupan yang saya inginkan. Lebih dari itu, saya ingin menjadi orang yang bisa lebih bermanfaat, untuk keluarga saya, untuk keluarga besar saya, dan kalau bisa untuk society. Caranya lewat apa? banyak, dan salah satu yang bisa diusahakan yaitu ilmu.  Right, untuk itu saya harus sekolah lagi..

Selalu dan selalu seperti halnya cita-cita sebelumnya, cita-cita ini juga akan menemui banyak tantangan. Tentang suami dan anak nanti bagaimana dsb, dsb. Tenang, perjalanan masih panjang. Saya percaya jika niatannya sudah lillahita'ala pasti sedikit demi sedikit akan ada jawaban di setiap kesulitannya.

Bismillahirrohmanirrohiim.

Kamis, 23 Agustus 2012

Back to work

Hari pertama masuk kantor setelah lebaran itu.... seperti terbangun dari mimpi :)

Anyway, selamat Idul Fitri 1433 H ya. Taqabalallahu Minna Wa Minkum.

Kami sekeluarga juga mohon maaf lahir batin ya..

Mudik tahun ini ajib macetnya, tapi senang tak terkira. Alhamdulillah masih bisa merasakan Idul Fitri di tengah keluarga besar Garut dan Tasik.

Around family itu sesuatuuu banget :)

Selasa, 14 Agustus 2012

Pentingnya dokumentasi

Pagi ini map dokumen pekerjaan mendarat di meja saya. Lah ini kan dokumen yang kemarin sore dicari-cari asisten direktur saya. Karena disposisinya ke dua orang, jadi saling lempar posisi terakhir ada dimana. Halah.

Sudah saya bilang berkali-kali sama agendaris tim bahwa dokumentasi itu penting banget. Pokonya setiap hal itu dicatat, direcord, di copy kalau perlu dan disimpan baik-baik. Jadi kalau ada yang ngeles tinggal disodorin aja dokumentasi tadi.

Buat saya pribadi, semenjak bekerja di instansi yang sangat mengedepankan dokumentasi, saya jadi terbawa tertib. Bukan cuma di kantor, tapi kebiasaan ini jadi terbawa juga sampai ke hal-hal pribadi. I record all my business very well.   Pokonya yang namanya barang bukti itu (disposisi atasan, transferan, bayar cc, air, dll) itu dicopy dan disimpan baik-baik. Siapa tau nanti dibutuhkan. sebagai contoh, cicilan mobil pertama saya selama 48 bulan, saya copy bukti transferannya dan dibukukan di map plastik. Rapih.  Semua identitas, AJB, Sertifikat rumah, STNK, dokumen hutang piutang dan dokumen berharga lainnya juga selalu saya copy dan disimpan di tempat yang aman.

Kenapa begitu? ya jaga-jaga aja sih kalau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Namanya juga berinteraksi dengan orang lain. Ini untuk melindungi kepentingan kita juga, kalau-kalau ketemu sama orang yang jago ngeles atau pura-pura amnesia atau yang paling sial sih malah berbalik merugikan/menuntut. Kayak kasus tadi, seandainya agendaris saya menyimpan barang buktinya dengan baik, ga akan disalahin kan.

Ini kelihatannya sepele. Tapi beneran deh, penting banget. Mau membela diri seperti apa pun kalau barang buktinya nol ya bisa apa dong. So, mulai dari sekarang ayo tertib administrasi.