Jumat, 24 Februari 2012

Without Blackberry

I left my blackberry in my home yesterday. I thought it would be something like mati gaya. I once said that Blackberry is no longer a reliable platform. It is.  But, since i haven't switch it to a new technological devices (that these day are so much popular), I still need my blackberry to do blog walking, browsing, and chatting. So, when I found it was not in my bag, I just said OMG..



But then, It was not that bad at all. This may sound silly,  I think I love my day without Blackberry. It was silent day but surprisingly so much relieved. I did not connected with people i never really want to and I didn't heard bad news that could have attacked my mood that day..

Perhaps, I have to schedule my day without Blackberry  (or other devices) to refresh my mind. It can be one day in.. let's say.. a week or two?

Senin, 20 Februari 2012

Shoes-less

This is not a justification, I confirm my self as shoes-less person now. I had many shoes, but since there were no enough space in my cubical (yes, i used to put my shoes behind my cubical. It's not a proper place of course. But, who want to rush a train with a high heels shoes anyway? so, don't blame my office-fashion- passion (ahem... ), okay?), i gave some of them to my cleaning service officer. I left those who still feel comfort for me. It was my last 4 shoes in my favourite colours : white, grey, black and brown.

But then..  I found 3 of 4 my shoes were broken. Aaarrggghhh. Including my favourite one : Aldo grey nude shoe.


I love Aldo simply just because they really fit my 'galak' feet. I mean it. I broke almost all my shoes in months. It was frustated until i met Aldo. The one that I had, was the most used shoes. I bought it last year or more. So surprised to know that it was still last until last week.

The thing that make me love it more was the colour. The nude colour was then so popular since the dutch of cambrige (Kate Middleton) also weared those nude colour during last summer. I felt so proud that time. Hihi. 

Oya, I also brought that shoe when I went to Paris last year. It fit all my clothes in any colour. People also said that it was good shoe. Damn, I miss it more now!

Hiks, good bye Aldo.  I think I will buy another you again.

PS : Another broken shoes were Everbest and Chrissie. I don't review them because i felt not so into them. They were good also but I still love aldo better. It's just about preference.

-Shoes-less girl-


Another baby program?

Time flies. My son, athazka, will have his 3rd birthday in the next two months. Some people say that he is now ready to have brother/sister. Yes of course he is ready. How about us?

Hmm.. Just let's see :)

To have a baby is always exciting anyway!

Jumat, 17 Februari 2012

TOEFL, finally!

Yak, dan akhirnya saya melangkahkan diri menuju scholarship itu. TOEFL. It is my first iBT TOEFL. Lebih sulit, more pressure, tapi saya menjalaninya tanpa beban. Kalau skornya cukup, langsung apply. Kalau kurang ya coba lagi. That's simple :)

A yosi and Athazka are my best supporter. Saya sebetulnya pun masih galau antara melanjutkan sekolah atau promosi (tahun ini saya Insya Alloh eligible) sambil membuat program anak kedua. Saya belum tahu yang mana yang akan saya pilih. Tapi yang jelas, whatever the decision, we will run it as a team. We will see the world together! 


Selasa, 14 Februari 2012

Unforgetable Valentine

No, it's not about valentine's day. I don't celebrate valentine actually. This is about the moment i shared with my high school friends, on February14th , 11 years ago.


Valentine's cake

Iya, 11 tahun yang lalu, saya dan teman-teman IPS Smunsa 1 Bogor pernah memanfaatkan moment valentine dengan berbisnis kue valentine. No, no, we were not that creative to think about a serious business. Bisa dibilang, proyek kue valentine ini proyek setengah desperate karena pada waktu itu rencana study tour ke luar kota terancam batal dengan alasan keterbatasan dana sekolah. So, sebagai siswa yang bandel dan nekad, kami anak-anak IPS mulai mencari-cari akal untuk pengumpulan dana supaya study tournya jadi. 

Pelaku sejarahnya sendiri yaitu :

1. Ninda Mashita - Pencetus ide - seksi baking
2. Indra Mannaga - Koordinator lapangan - seksi dekorasi kue
3. Saya - seksi baking
4. Arti Widuri Mariya -  seksi mixering adonan
5. Chandra Hardiyani - seksi checking bahan-bahan + dekorasi kue
6. Listi Aldiyanti -  seksi belanja+cuci piring
7. Nina -  seksi belanja+cuci piring
8. Yosi Tapjani -  seksi marketing (termasuk angkat telepon rumahnya and greet "yosi bakery, may i help you?" huakakaka)
9. Marshal Andriyan - seksi delivery 
10. Zia Ulfattah - seksi delivery
11. Herwina Wahyuni - Penanggungjawab kalau ada guru yang nanya *grin*
 *sebetulnya masih banyak yang ga kesebut karena keterbatasan daya ingat. Maafkan teman-teman *  

Kenapa harus melibatkan wina, ketua kelas kita? karena seksi belanja bahan-bahan kue sudah cabut pas jam pelajaran terakhir. Iya, segitu terkoordinirnya niat jualan kue valentin sampai rela berkorban bolos mata pelajaran. Tentu yang dipilih adalah yang bolosnya termasuk jarang ya. Anak IPS zaman saya yang jarang bolos bisa dihitung pakai jari, sebelah tangan pulak. Wakakak.

Niat jualan kue membara karena bertepatan dengan moment valentine. Yuhuu. Loyang berbentuk hati pun jadi pilihan. Sebenarnya diantara kami semua, ga ada satu pun yang bisa masak, apalagi baking. Tapi, pada waktu itu, akang yosi tapjani beriklan bahwa mamanya yang master dunia perbakingan siap membantu. So, pemilihan lokasipun jatuh ke Jl.Seroja Raya No.19, Perumahan Taman Yasmin Bogor (Rumah mertua saya sekarang). Tapi pas hari H, mama iis tiba-tiba ga bisa, tapi peralatan masak dan dapur boleh dipakai. Jreng-jreng. Pucat pasi lah kita semua. Bahan-bahan sudah ditangan pulak. Yak, akhirnya sibuk cari-cari tabloid dan browsing internet untuk dapat resep chocolate cake. Akhirnya masalah resep, done. Tinggal praktek..

Bismillahirohmanirohim..

Anak-anak SMA yang gagap masak sekarang masuk dapur dan mulai praktek baking. Alhamdulillah, ada pelanggan berinisial M yang lagi naksir Ninda dan dia order kue Valentine kita. Ketahuan banget lah kue-nya untuk siapa. Rumusnya pasti begini :

M kasih kue ke Ninda
Kue untuk Ninda = Kue untuk kita-kita.
Kue untuk kita-kita = gagal juga ga apa-apa.

Yay! Beban berkurang banget karena setiap ada kue yang bocel-bocel, atau ga sempurna adonannya, kita jadi bisa menghibur diri " ah, yang ini kue untuk M kok". Dan akhirnya kue untuk M ini kok jadi banyak ya. Hahahaha.

Akhirnya setelah mengalami proses penyortiran, dan kerja keras bagian dekorasi, jadi juga deh kue Valentine kita. Sambutannya positif banget! Alhamdulillah. Laku dan memuaskan. Uang yang terkumpulpun banyak. Mungkin harusnya kami masuk SMK jurusan tata boga. Wakakak.

Dan seperti diduga sebelumnya, bahwa M akan ngasih kue ke Ninda terjadi juga. Terus Ninda bagi-bagi kuenya sama kita. Ternyata enak juga. Lumayan lah. Padahal kue M ini dibagian sortiran sudah hampir ga lolos quality control. Huakakaka.

Ah, really unforgetable valentine :)

Miss you all guys. Kapan ketemuan? Jangan lupa bawa selotip buat mulut ya biar bisa jaim dikit ketawanya. Huahahaha..

Jumat, 10 Februari 2012

Home

Home is not just a place to stay.

It's a place where we can be ourself, and be loved for being ourself.
It's a place to grow. To keep the selfish away.

Home, is a place that we always miss even when we are in the comfortest place in the world.
No matter how terrible it is, it's still a place that we always want to be at.

Home is us. Yes, us. It's no more me and no more you. it's the better me and the better you collides.

I want to go home :)

Happy friday everyone. Enjor your weekend!

Senin, 06 Februari 2012

Luka Batin

Luka batin bagi saya itu adalah....

..ketika saya melihat ibu saya menangis dan saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghentikan air matanya. Rasanya dunia berhenti berputar. I feel useless.


...ketika anak saya sakit dan saya tidak bisa menemaninya. Ketidakmampuan melawan kondisi membuat dada saya sesak. Saat-saat semacam ini adalah saat dimana  jalan pintas dan pemikiran yang impulsif menghinggapi saya: berhenti bekerja.

... ketika melihat bayi dan anak-anak dikomersilkan seperti diajak untuk mengemis di perempatan lampu merah  atau bawah tangga stasiun yang kotor penuh polusi, dibawa mengamen di dalam bus kota (dengan posisi si bayi menyusu ibunya), dsb. Hati ini begitu miris. Saya marah sekali, terutama kepada diri saya sendiri karena saya hanya bisa melihat dan tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan itu semua. Saya tahu, mereka sengaja dikondisikan seperti itu oleh sistem. Sistem yang jahat. Those babies are just victims. But I can do nothing. Really hate this..