Selasa, 17 April 2012

Buku, jendela dunia

Waktu seminar parenting long wiken lalu pembicaranya berkata bahwa salah satu ciri-ciri keluarga muslim sejati adalah banyaknya buku di rumah itu. Kenapa? karena buku adalah jendela ilmu, jendela dunia.  

Plak, rasanya seperti ditampar. Iya, meskipun saya gemar membaca, tapi saya jarang sekali mengoleksi buku. Biasanya cuma pinjam.  Lagipula, kadar hobi membaca saya ini dibandingkan seluruh anggota keluarga saya, bisa dibilang paling minim. Abal-abal.

Maka, ketika ditanya ada berapakah koleksi buku di rumah saya? seratus, dua ratus? Saya hanya bisa diam. Lalu saya berpikir, ada benarnya juga pembicara ini. Bagaimanapun, agama dan ilmu pengetahuan adalah hal yang saling berkaitan. Bagaimana mau mendidik seorang muslim yang tangguh jika tidak berbekal dua hal tadi. Untuk membekali anak-anak saya dengan ilmu, sekolah saja tidak cukup. Ilmu juga berkaitan dengan wawasan, dan ini bisa diusahakan salah satunya dengan menyediakan media membaca yang cukup. Syukur jika anak-anak memiliki minat baca seperti keluarga saya.

Then, saya berdikusi dengan suami saya. Husband setuju untuk mulai menumbukan minat baca di keluarga kami sejak dini. Sebagai pilot project, kami  membeli banyak buku-buku bagus untuk 'menu' mingguan. Hasilnya? Alhamdulillah! Selain menambah wawasan, buku juga bisa menjadi sarana terapi untuk mengurangi ketegangan-ketegangan kecil saya dan husband yang umumnya disebabkan kondisi emosi yang tidak stabil. In short, ada pelampiasan lah. Saya tidak menyangka suami saya juga hobi membaca.

Dengan keterbatasan waktu yang ada, kapankah waktu yang tepat untuk membaca? Pagi, saya sudah sibuk memasak, siang bekerja, dan malam memasak serta mendongeng. Lalu tiba-tiba muncul ide, bagaimana jika di KRL? waktu yang selama ini saya habiskan untuk browsing, chatting dan blogwalking dialihkan sedikit untuk membaca. It works.  Jadi sejak minggu lalu, ritual kami sekarang setiap hari adalah naik KRL yang jadwalnya lebih pagi (otomatis lebih renggang sedikit jejalan manusianya) supaya bisa membaca buku sambil berdiri. Lumayan. Selain menghibur dan menambah wawasan, membaca buku juga mengurangi rasa jengkel karena lamanya perjalanan.

Jadi apa saja 'menu' buku kami minggu ini? Ini dia..

Author : Hanum Salsabilla Rais&Rangga Almahendra


Author : BJ Habibie
(kami memilih yang english version untuk latihan bahasa inggris)


Author : sita karina


Author : Rei Kimura

Author : Dahlan Iskan

Sementara itu dulu buku yang kami miliki sebagai permulaan. Buku-buku yang ringan karena minat membaca kami juga tidak segitunya. Alhamdulillah, saya sudah menyelesaikan 4 dari 5 (kecuali buku Habibie dan Ainun), husband juga sama (saya memang tidak merekomendasikannya untuk membaca buku sita karina,hehe).

Ke depan, mudah-mudahan resolusi 'menu' buku mingguan kami bisa bertambah dan teralisasi secara konsisten. Bagaimanapun kami ingin Atha bisa mencintai buku, lebih dari orangtuanya.

Membacalah nak, karena buku adalah jendela dunia..
Membacalah nak, dan taklukan dunia dengan wawasanmu..

Oya, mungkin kapan-kapan saya akan tulis resensi dari buku-buku yang menarik yang saya baca disini..

Senin, 16 April 2012

Back to Habitat

Ihiy, Jum'at minggu lalu saya karaokean di Inul Vista bareng temen-temen kantor. I was very happy. Rasanya, seperti kembali ke habitat..

Yes, I love to sing :)

Kapan lagi yaa..

*foto menyusul*

Kamis, 12 April 2012

Katun Satin

Sejak lama, saya adalah pecinta comfy and cozy room. Ketika saya mendesain dan membeli perlengkapan kamar, saya cenderung menjadi perfeksionis, dalam artian harga tidak lagi menjadi masalah asalkan saya suka dan barang tersebut nyaman. Dan.. saya jatuh cinta dengan sprei katun satin. Menyiasati cuaca yang semakin lama semakin tidak terkendali, saya memilih sprei yang berbahan halus, dingin, dan mudah kering jika dijemur. Pilihan bahan yang paling memungkinkan menurut saya yaitu jaquard dan katun satin. Tapi karena Jaquard mahal, pilihan yang lebih efisien adalah katun satin. Meski sedikit lebih mahal dari katun biasa, it's worth to try..


House Of Windsor (Jaquard)


Ada motif gradasinya..


Katun Satin - Picasso/Town and Country


Katun biasa motif bunga dari Thamcit


Motif bunga, dari dekat

Ah, jadi ingin pulang dan bobo siang..

Senin, 09 April 2012

Car-less weekend (Part II)

Hehe, geli sendiri baca judul postingan saya. Udah lah  bukan orang enggres, pake istilah car-less yang saya sendiri ga tau masuk di vocabulary kamus oxford atau engga.

Eniwei, my last long weekend was just superfun! Yah, meski si mobil semata wayang masih betah di bengkelnya, itu semua ga mengurangi esensi dari family time kita. Alhamdulillah lokasi rumah deket banget sama stasiun kereta, jadi meski ga ada mobil, kita masih bisa kemana-mana.

Jadi, hari pertama long wiken saya habiskan dengan mengikuti seminar parenting dengan tema "menanamkan tauhid kepada anak sejak dini" di Rumah Pelangi, daycare kompleks rumah. Pembicaranya dari Tim bunda Neno warisman. Keren. Habis itu lanjut ke rumah enin, nginep sampai hari kedua. Seru banget bawa gembolan banyak terus naik KRL, dan sampe stasiun di jemput sama Aki. Ya Alloh, rasanya kayak Mudik! Atha was so excited.

Hari kedua di rumah enin aja, ngobrol ngalor ngidul sama enin. Dari rencana nikahannya yoga-rani, gosip infotainment, sampe issue politik. Pokonya kalo ngobrol sama enin aki ga terasa tenggorokan saya tau-tau haus banget. Kebanyakan ngobrol kayaknya. Husband banyakan tidur sih, jadi mereka ga ada tandem untuk ngobrol selain saya. But, talking with them is alwasy fun anyway..

Oya, tadinya hari kedua itu kita mau berenang, tapi cuaca ga mendukung. Kita akhirnya pulang siang harinya. Athazka setiap Sabtu sore juga ada jadwal les musik di Yamaha, jadi nginep di enin ga bisa lama deh. Siang kita dianter aki ke stasiun, sejam kemudian udah leyeh-leyeh di rumah.

Oya, di hari kedua ini juga for the first time, Athazka naik motor keliling Depok. Tadinya kita mau cari makan malem aja yang deket-deket, tapi kok ke Pempek Pak Raden seru juga ya. Akhirnya kesana momotoran bertiga. Husband di depan, Atha ditengah, saya dibelakang. Thanks God, motornya muat. Hahaha. Ah seru! Jadi inget zaman pacaran. Apalagi liat reaksi amazed-nya Atha.. hihi.. namanya juga pertama kali ya. First Experience is always memorable..

Hari ketiga. Saya dan husband mengajak Atha ke Gramedia depok, terus lanjut Margocity untuk beli bahan-bahan masakan. Kali ini kita naik angkot! And it was also Athazka's first experience of using this kind of transportation. Wajah amazed-nya anak ini.. lucuuuu. Atha sangat-sangat waspada. Tau aja di angkot rawan kejahatan. But it's okay, ada mama papa. Turun dari angkot,  kita naik jembatan penyebrangan dan Atha begitu terpukau sama traktor yang lagi beroperasi di bangunan depan margocity. Dari depan kan dikasih penutup jalan, tapi kalo dari atas kelihatan jelas. Ya ampun susahnya ajak Atha turun dari jembatan penyebrangan. He was so so so happy!

Sampai di Gramedia, saya borong beberapa buku bagus yang belum sempat dibaca, beli DVD edukatif untuk Atha, mainan, dan ahhh.. I love bookstore.. I love books.. I love read. So, sisa waktu di hari ketiga sudah ketebak ya saya habiskan untuk apa. Yes, reading. And I feel so much relax after I read some of them..

Alhamdulillah, car-less memberi warna baru dalam hari-hari saya, dan bahkan memberikan pengalaman-pengalaman seru bagi saya sekeluarga. Ternyata, sesuatu yang terlihat buruk di awal, malah memberikan kebaikan pada akhirnya. Dan, terutama, selama saya menjalani hari saya bersama keluarga kecil saya, Insya Alloh every little things will mean a lot..

Rabu, 04 April 2012

Apapun, Alhamdulillah

Minggu lalu saya mengajukan diri untuk ikut seminar mengenai governance in a central bank di Frankfurt, Jerman. I'm so excited and could not stop gigling up until now. Seminarnya off course akan menambah wawasan saya sebagai orang bank sentral, tapi sebetulnya yang membuat lebih bersemangat tentunya adalah perkiraan itenerary yang akan saya jalani kalau usulan saya tadi diapprove. Hihi, eropa lagi. Kalau kesampaian, mungkin saya akan mengunjungi negara yang kemarin belum sempat dikunjungi. Mungkin Swiss, Austria, Spanyol dan Inggris. Ah senang..

Tapi itu baru usulan, Belum tentu diapprove. Tapi, in case ga diapprove pun, saya masih punya rencana cadangan. Temanya tetap going abroad, tapi kali ini bertiga (saya, husband dan Atha). Ehmm.. kebetulan saya sudah selesai mengurus paspor Athazka kemarin. Jadi, Insya Alloh we are ready to travel.

Whatever the decision, bagi saya semuanya Alhamdulillah..

Oh iya, ngomong-ngomong tentang luar negeri saya sampai kelupaan bilang makasih sama Mba Santi untuk oleh-oleh dompet Kate Spade sama Foundie+bedak MAC dari New York. Makasih ya mba, you're rock! Muach..

Selasa, 03 April 2012

Siapa sekar?

Berikut percakapan sebuah keluarga kecil di Depok pada suatu sore..

Mama : Atha.. Jadi nanti atha sekolahnya pindah ya ke Pre-School Pratiwi?

Atha : Ga mau, ma.. *sibuk main kereta-keretaan*

Papa : Kenapa ga mau ta? *sambil bolak balik koran*

Mama : Iya. Katanya kemarin Atha mau sekolah di Pre-school Pratiwi? Ada teteh kekey loh..

Atha : Ga mau ma, Atha mau di Qonita aja.. *berhenti main kereta, lalu natap mama dengan mimik serius*

Mama : Ih, enakan di Pre-school lagi ta.. *nada bujuk, posisi eyes to eyes*

Papa : *no comment sambil lirik-lirik ekspresi Atha dari balik koran*

Atha : Ga mau ma.. *sambil geleng-geleng, terus memalingkan wajah dari mama*

Mama : Kenapa sayang?

Atha : Di Pre-school Pratiwi mah ga ada Sekar..

Mama : *panic attack*

Mama : Sekar siapa ta? *nada bicara dibuat senormal mungkin*

Atha : Sekar, temen Atha di Qonita. Baik deh. Atha suka dikasih makanan. Atha seneng main sama Sekar

Mama : *tepok jidat*

Papa : Cari lagi ta, sekar-sekar yang lain di Pre-school Pratiwi.. *nada santai sambil bolak balik koran*

Mama : *speechless*

Resmi sudah, this two Tapjanis genetically share a similar value..

Senin, 02 April 2012

Car-less weekend

Weekend kali ini car-less. Mobil saya akhirnya kena baret parah gara-gara sepupu saya salah parkir di Garut. Baret perdana tuh ceritanya. Meski dicover asuransi, tetep aja pas lihat dan denger bunyi.. brraaakk.. ssrroook.. trus mendapati mobil saya nempel di pilar beton depan rumah, rasanya.. hiks..

Jadi, begitu pulang ke Depok, si mobil langsung dibawa ke dealer untuk diurus asuransinya. Resmi, untuk sementara saya car-less. Belum tau sampai kapan, hopefully minggu ini kelar. Amin.

Humm, karena car-less, maka weekend kemarin saya habiskan dengan membereskan semua pekerjaan domestik yang sebelumnya ga sempet kepegang. Ada hikmahnya juga sih, saya jadi tau spot-spot rumah saya yang kelewat kalau disapu, bisa coba-coba resep baru, dan bisa menyelesaikan setrikaan segunung imbas dari pulkam kemarin. Sungguh melelahkan jiwa raga. Tapi selalu ada pembelajaran sih. I think I have such a  progression in handling domestic things :)

Voila!