Jumat, 28 Desember 2012

2012 : Growing

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2013. Time really flies ya. Well, at least for me. Rasanya baru kemarin menapaki tahun -yang kata orang-keramat, 2012, tahu-tahu sudah sampai pada hari kerja terakhir di bulan Desember.

Saya pernah mengatakan bahwa tahun 2011 is a surprising year. So many good things happen unexpectedly. Nah, untuk tahun 2012 ini tema saya adalah grow. Kenapa grow? karena di tahun 2012 ini banyak peristiwa yang pada akhirnya membuat saya tumbuh, tentunya tumbuh ke arah yang lebih positif.

Resolusi saya sendiri di tahun 2012 cukup sederhana tapi dalam maknaya, yaitu menjadi manusia yang lebih bersyukur dan bersabar. Dan rupanya, 2012 benar-benar menjadi ujian terjal resolusi saya tersebut.

Nanny oh nanny

Ujian terberat tahun ini yaitu seputar pengasuh anak. Up and down dari bulan Januari hingga puncaknya, zero level, di bulan September : nannyless dan maidless. At that time saya betul-betul down, tapi hati saya masih meyakini bahwa semua permasalahan telah disiapkan Alloh beserta jalan keluarnya. Saya "hanya" perlu membersihkan hati saya supaya jalan keluar tersebut bisa saya lihat/baca. Pada situasi zero level, saya dan suami sama-sama memberikan kemampuan terbaik kami untuk membuat keluarga ini survive tanpa perlu ada pihak yang dikorbankan. Tidak usah dibayangkan betapa lelahnya pada waktu itu. Tema kami betul-betul  run and catch. Tapi di sisi lain, zero level ini membuka mata saya dan suami bahwa kami bisa saling mengandalkan. Hubungan antara saya dan suami menjadi semakin positif dan kompak.

Noori Learning Centre

Untuk pertama kalinya dalam sejarah rumahtangga, kami mulai mempertimbangkan daycare. zero level membuat kami mau tidak mau berpikir out of the box. Saya sudah lelah dengan drama-drama nanny dan ART. Saya juga tidak mau bergantung pada orang lain. Pada waktu itu usia Athazka juga sudah cukup besar untuk mengikuti daycare. Selain itu, menurut kami, anak seusia Atha perlu ditempatkan di lingkungan yang positif karena daya serap dan ingatannya sudah mulai terasah. Salah asuh sedikit saja akan berpengaruh besar. Beruntungnya kami menemukan Noori Learning Centre atas rekomendasi tetangga dan juga teman satu kantor saya. Di Noori ini, daycare terintegrasi dengan playgroup, jadi Athazka tidak akan tertinggal. Ditambah bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dan ada sesi belajar sholat/mengaji, rasanya hati saya betul-betul tenang. Dan yang terpenting dari semua adalah Athazka senang di Noori. He is very excited, you can see from his face everytime he tells about Noori.

Athazka bergabung di Noori sejak pertengahan September dan hingga saat ini perkembangannya baik sekali. Alhamdulillah. He is growing, and his parents too. We learn to trust him and people (to taking care of him), as we have to do so to make him an independent boy.

Untuk seorang ibu yang penuh kekhawatiran seperti saya, this growing process is a huge milestone. Iya dong :)

Our first family vacation abroad

Bulan Juni 2012, kami bertiga untuk pertama kalinya jalan-jalan keluar negeri. Tujuannya dekat saja, singapura. Meski dekat dan sebentar, tapi sangat berkesan bagi saya, bahkan dari sejak proses pengurusan paspor si kasep. Begitu banyak kemudahan, kemewahan, kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Alhamdulillah..
Selengkapnya mengenai cerita liburan kami bisa dibaca di sini.

Personal life and conflict

Secara keseluruhan, kehidupan pribadi saya selama tahun 2012 cukup naik turun seiring munculnya beberapa konflik keluarga yang mau tidak mau harus kami hadapi, sebagai kakak maupun sebagai anak dan bagian dari keluarga besar. Pertarungan ego tentu terjadi, tapi jika sudah dibenturkan kepada rasa sayang dan hormat kepada orangtua, semua jadi tidak ada apa-apanya. Saya secara pribadi (dan suami saya juga tentunya) merasa bahwa kami sudah melakukan apa yang kami bisa, all out, untuk melepaskan semua gengsi dan ego atau apalah namanya demi tujuan yang lebih besar, yaitu keutuhan keluarga besar. Itu semua bukan proses yang datang tiba-tiba dari langit, we did try so hard to make it out. Kalaupun hasilnya tidak sesuai dengan harapan, bola sudah bukan di kami. It takes two to tango kan? Now it's time to let it go and to step back. Lie is lie and we can't go any further than this.

I feel so much relieve to let it go, because I know, I've done everything :)

Health

Kondisi kesehatan saya dan keluarga secara umum selama tahun 2012 tidak terlalu baik, tetapi jauh lebih baik dari tahun 2011. Bulan Juni 2012, Athazka diopname karena dehidrasi, Bulan September 2012 giliran saya yang check-in di Hermina karena HFMD. Sisanya, insya alloh hanya sakit ringan seputar flu. batuk dan radang tenggorokan. Yang paling Juara tentunya husband, selama setahun ini yang paling jarang sakit. Alhamdulillah.

Career : Promoting to Manager

Saya mengawali tahun 2012 dengan predikat nilai kinerja tertinggi. Itu saja sudah cukup mengejutkan mengingat saya bekerja dengan "separuh baterai" (separuhnya lagi terpakai untuk mengurus keluarga). Selama 11 bulan saya berusaha untuk bekerja dengan optimal disela-sela drama nanny dan konflik keluarga. Tidak pernah sedikit pun terbesit dalam benak saya untuk meraih ini itu. Boro-boro. Bisa survive saja rasanya seperti keajaiban. Tapi jika Alloh sudah berkehendak, apapun bisa terjadi. Bulan Desember 2012 lowongan untuk jabatan manajer dibuka dan saya eligible untuk melamar. In short, saya ikut seleksi untuk promosi. Metode seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu tanpa test, tanpa wawancara, atau makalah. Bila forum pimpinan  menganggap sudah layak, maka promosi sudah ditangan. Saingannya 1:3. Tanggal 14 Desember pengumuman keluar dan Alhamdulillah, saya termasuk yang terpilih untuk promosi. Per 1 Januari nanti, pangkat saya menjadi manajer. Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata rasa syukur dan bahagia saya. Ucapan terima kasih terutama kepada kedua orangtua saya yang tidak henti mendo'akan saya, suami untuk supportnya yang luar biasa, Athazka untuk pengorbanannya (ikhlas ya nak mama kerja), kakak dan adik-adik yang selalu menjadi tumpuan saya, dan teman-teman yang menghibur.

It's really time to grow. Semoga bisa amanah..

His Career : Becoming a Project leader

Husband tahun ini kembali memperoleh penilaian kinerja "excellent" yang berarti highest point on performance appraisal. Selain itu, mulai 1 Januari 2013, husband akan menjadi salah satu project leader di Asean. I'm just so proud of him.

We are growing together : me, him, and Athazka.

Tahun 2013 sudah di depan mata. Resolusi masih sama, ingin menjadi orang yang bersyukur dan bersabar. Ingin menjadi istri dan ibu yang lebih baik, anak yang berbakti kepada kedua orangtua, serta pegawai yang amanah. Karena saya baru promosi, maka saya harus menunda rencana sekolah saya selama 1 tahun mendatang. Untuk itu, jika Alloh berkenan, saya ingin memulai program anak kedua sambil membenahi semua persiapan kuliah (toefl/ielts dll). Iya cita-cita kuliah itu belum luntur. Sebagaimana support pimpinan saya : jika tidak memungkinkan kuliah di luar negeri (karena pertimbangan keluarga), ambil di dalam negeri, jika tidak bisa, ambil di dalam kota. Pokoknya harus kuliah :)

Ya Alloh, terima kasih untuk tahun yang luar biasa ini. Alhamdulillah..
Mohon bimbingan-Mu untuk melangkah di tahun depan. Bismillairrohmanirrohiim..

Selasa, 13 November 2012

Vocal Group

Berikut "barang bukti" keikutsertaan saya di Porsebi tahun ini. Katanya if there's no picture, berarti hoax. Hehe.

Oya, tahun ini kami Juara 2 loh! lumayan lah untuk debut pertama saya. Tapi yang paling berkesan bagi saya justru bukan juaranya, tapi persahabatannya. Sampai sekarang masih suka senyum-senyum sendiri kalau ingat masa-masa "karantina" dengan not balok yang saya bahkan ga tau gimana cara bacanya :p. 


Pose serius ceritanya


Gaya bebas ceria


Latihan sebelum manggung


Menjelang naik panggung. Dapet nomor urutan pertama!


Rockin' the stage


Feels like family picture :)

Rabu, 24 Oktober 2012

Hela Nafas

Sore ini saya menghela nafas panjang. Dalam sekali. Seolah ada beban emosi yang ingin saya lepaskan. Iya, tentu saja ada. Sejak kapan manusia hidup tanpa masalah? Saya rasa, mereka yang kelihatan tidak bermasalah itu dua kemungkinannya. Satu, dia pandai menyembunyikan masalah. Dua, dia pandai lari dari masalah. Saya ada dimana? Bukan dua-duanya. Saya tidak suka dramatisasi. Saya juga tidak pandai bersembunyi. Masalah bagi saya adalah sesuatu yang harus dihadapi sewajarnya.

One day, somebody told me that my life is too good to be true? Oh kidding. But thank you for seeing me that way. It means I'm good in hiding my flaws. Just like others, I do have flaws. Tapi apakah harus dibicarakan dan diumbar di social media? Tentu tidak. Menurut saya, kita tidak perlu bertelanjang di dunia maya. Apa urusan orang lain untuk tahu luar dalam diri kita.

Ketika suatu masalah terblow-up di social media, dalam penalaran saya, orang-orang yang tidak mengenal kita hanya akan menghakimi, mem-bully, atau menyudutkan kita di posisi yang tidak kita inginkan. Salah? Belum tentu. Menurut saya itu sah-sah saja. Toh setiap orang bebas berpendapat dan memproses informasi sebatas input yang mereka terima. Apalagi di Indonesia ini variabel tambahannya banyak : perbedaan value, pandangan agama, pandangan politik, de-es-be. Lalu kita harus marah kan menyikapinya? Tergantung, sejauh mana penyimpangan informasi yang salah proses tadi beredar. Kalau kelewatan sih, itu bukan salah proses lagi, tapi fitnah. Misalnya yang dilihat A, yang disimpulkan bukan A++, tapi malah jadi B, C. Bahkan F. Kalau sudah begitu, ya wajar lah marah. Kita juga manusia kan. Tapi kalau orang lain sekedar mengartikan informasi berdasarkan apa yang dilihat dan didengar langsung, ya jangan langsung marah. Manusia kan bukan Tuhan yang Maha Tau segalanya. Maklumin ajalah kalau kejadiannya A, diartiinnya A++. si ++ itu anggap aja variabel tambahan yang bikin versinya aslinya jadi beda. Bisa lebih drama, bisa juga sebaliknya. 

Misalnya gini, ada orang pakai baju seksi banget. Nah, persepsi orang yang melihat kan lain-lain. Ada yang biasa aja, ada yang malu melihat aurat diumbar, ada yang menganggap keren dan sebagainya. Si mbak yang pakai baju seksi tadi ga berhak membatasi pikiran orang lain saat mereka melihat dia. Ya memang sih pakai baju seksi kek, pakai gamis kek, itu urusan yang memakai. Tapi urusan orang yang melihat juga dong punya pendapat tentang apa yang dilihatnya. Dalam benak si Mbak, mungkin kejadiannya A. Tapi untuk orang bisa jadi A++, atau A--. Ya biarin ajalah. Konsekuensi adanya perbedaan.

Jadi, jangan gampang marah atau gampang merasa dihakimi. Ga usah juga sedikit-sedikit defense dengan  kalimat, "itu urusan saya", atau " itu urusan saya, pacar saya, dan Tuhan". Oh right, jadi urusan kita yang melihat bagaimana? Harus seiya sekata meskipun ga sesuai nurani, gitu? Bukankah kita punya hak yang sama dalam berpendapat. Dan bukankah kita punya hak yang sama untuk berbeda? Jalan tengahnya, tau sama tau ajalah.

Saya tidak menghakimi anda, saya hanya berpendapat. Maaf jika saya tahu rahasia terdalam hidup anda. Jika anda bertanya, bagaimana bisa? tanyalah pada Tuhan. Sayapun tidak tau jawabannya karena saya tidak pernah merencanakannya. Hidup saya cukup damai, dan jika bisa memilih, tentu lebih baik saya tidak tau. Jika anda merasa dihakimi, berarti suara nurani andalah yang sedang menyapa :)

Jumat, 19 Oktober 2012

Bala Bantuan Datang

Hari ini saya bisa absen lebih pagi dari biasanya. Kenapa? Karena bala bantuan telah datang. Mamah tersayang, disela-sela kegiatan mengurus persiapan pernikahan adik saya 2 minggu lagi, masih bisa menyempatkan diri untuk mencarikan asisten rumah tangga untuk saya dan kakak saya. Benar ya, kasih ibu sepanjang masa :)

Makasih ya mah, makasih juga @putriangrela, adik saya yang paling cantik, yang sudah mau repot-repot mengantar art ke Depok. Kiss hug dua-duanya :*

Semoga drama-drama art ini segera berakhir yah. Amin.

Kamis, 11 Oktober 2012

Reuni B5

Minggu kemarin saya reunian sama temen-temen B5. Seru karena pada bawa suami dan anak. Time flies, perasaan baru kemarin seseruan ngobrol ngalor ngidul di kosan, tau-tau udah ada buntutnya sekarang. Yang jelas spending time sama mereka tuh selalu menyenangkan, dari dulu sampe sekarang. Even anak-anak kita pun bisa langsung akrab, padahal baru ketemu. Chemistry-nya langsung nyampe ke anak ya. Really happy! Kapan-kapan lagi yaaaa...

Gathering, minus ela and yasmin


Atha and Raka

Senin, 08 Oktober 2012

Atha Belanja

Ini gaya Atha kalau lagi nemenin saya belanja mingguan di daily foodhall Depok..



Adorable ya?

(the picture was taken around six month ago, but he still act like this everytime I take him to the foodhall).




Jumat, 05 Oktober 2012

Cooking award

Engga, saya ga menang Masterchef. Boro-boro, daftar aja engga. Saya lebih suka nonton atau ngomentarin Masterchef, hehe..

Cooking award buat saya simple aja. It is when my husband and especially my son love my cook. Taunya darimana? Saya juga ga tau, karena so far masakan sold out selalu. Entah karena cocok di lidah atau karena ga ada pilihan lain.  Hehe. Saya juga ga berusaha cari tau sih, takut kecewa ah, sampai suatu hari Atha's teacher told me that he is refusing food that is served by the school. Atha always said like this in the school:

"Atha mau sayur mama", or

"Atha mau tahu bikinan mama", or

" Atha mau makanan mama", or

"Atha mau makan di rumah aja", or

"Mama cepet sembuh ya, kalau mama sembuh nanti mama masakin Atha ya", or yang paling hits adalah..

"Mama Atha hebat, masakan mama Atha enak"

Itu yah hati saya seneng banget diceritain begitu. GR berat nih. Tolong bantu tangkepin hidung saya dong..

Rasaya terbayar deh capeknya masak. Ga usah menang masterchef deh, asalkan Atha habiskan makanannya, buat saya itu udah cukup banget.

Pasca tumbang kemarin husband minta saya untuk menurunkan standar saya. Ga usah ideal-ideal amat lah. Oke, saya setuju, but not in cooking. Saya mau memastikan asupan gizi anak saya terpenuhi dengan baik, meskipun itu berarti lebih melelahkan. But I tell you, when Atha said so, I feel like.. "hey, I made it!".

-sorry narsis-